Minggu, 20 Desember 2015

for My Mom ( 22 Desember 2015 ) Happy Mother Day

MY FAMILY (Father And Mother I Love You)
(Urvia Oktarosa)
Tidak bisa ku gambarkan secara detail seorang sosok Ibu di dalam hidupku. Beliau sangat berarti sekali. Entah bagaimana hidupku jikalau tanpa Ibu.Engkau sosok perempuan tanpa tanda jasa, tanpa gaji, tanpa bonus lembur, tanpa reward bahkan engkau sosok yang tanpa henti untuk bekerja. Namun, terkadang tak dihargai. Maafkan aku, Bu....
Dengan segenap rasa rindu di dada ini ku coba untuk merangkai kata untukmu Ibu. Ibuku bernama Sawiyah, beliau dilahirkan oleh seorang ibu yang hebat juga yang biasa kupanggil dengan sebutan Makwo pada tanggal 23 September 1977. Ibu menikah dengan Abah (A. Rohman) pada tanggal 15 Desember 1993.
Banyak hal yang mereka lalui sampai pada tanggal 29 Oktober 1994, lahirlah aku yang diberi nama Urvia Oktarosa. Entahlah arti namaku tersebut yang jelas kata pepatah apalah arti sebuah nama dan ada juga yang mengatakan nama adalah do’a. Tetapi yang terpenting adalah itu nama pemberian Buyutku dan selalu aku yakini pasti ada makna baik yang tersirat di dalam nama ku itu.
Ibu, bertahun-tahun engkau membesarkan ku. Dari dalam kandungan sampai usiaku menginjak umur yang ke 20+ tahun, engkau masih diberikan Tuhan umur yang panjang, dan aku selalu berdoa semoga Tuhan selalu memanjangkan umur kalian –Ibu dan Abah- dengan berkah yang terkandung di dalamnya.
Ibu, pernah suatu ketika-mungkin usiaku saat itu 9 tahun- berkata “Bu, aku tak ingin tumbuh besar dan menjadi dewasa, aku tak mau beranjak dari dunia anak-anakku, Bu. Karena aku tak mau melihat Ibu dan Abah menjadi tua. Aku ingin kalian muda seperti ini terus. Aku tak mau berpisah dari kalian. Aku mau selalu bersama kalian, Bu. Selamanya. Yah selamanya bersama Ibu dan Abah”. Akan tetapi Ibu hanya tersenyum mendengar perkataanku seraya berkata,”semua ada masanya anakku, masa dimana kalian harus tumbuh menjadi besar dan dewasa, kalian akan merasakan masa menjadi seorang Ibu, seperti yang Ibu rasakan sekarang ini”.
Ibu, engkaulah semangat bagi kami-adik-adikku-, tak pernah terbayang suatu saat nanti kita tidak lagi bersama, makan bersama, tertawa bersama, nonton bareng-D’Terong, Aladdin, Super Deal, dan cara favorit keluarga kita- tak pernah sedikitpun aku terpikirkan seperti itu.Ibu, maafkanlah anakmu ini yang sering sekali menyakiti hatimu, baik dengan kata-kataku, bahkan perbuatanku. Aku mohon maafkanlah, Bu.
Ibu, aku ingin sekali engkau melihatku mengenakan pakaian wisuda dengan toga dikepala bersama dengan Abah dan adik-adik-Rizqi novia Rosa, Salis Yuni Rosa dan Nadhiva Mei Rosa- sekalian, aku ingin di hari wisudaku kita berkumpul sekeluarga secara utuh. Aamiin.
Ibu, aku selalu berdoa, semoga kelak kita disatukan kembali disana-di syurganya Allah Bu, satu keluarga kita Bu..
Hal yang selalu aku rindu ketika pulang kampung adalah ketika kita duduk bersama, saling bercerita masa-masa belum ada listrik, di waktu itu banyak sekali kekonyolan yang kami lakukan. Aku selalu merindukan gelak tawa ketika Ibu menceritakan masa pertama berkenalan dengan Abah, cerita Ibu sewaktu kecil. Sampai-sampai kami yang mendengar sakit perut akibat tertawa.
Bu, hatiku terasa nyeri kala melihat air mata ibu mengalir. Mengenang almarhum ananda Assaify (Asep). Maafkan aku yaa Bu, karena tidak bisa menjaga adik dengan baik, akibat kelalaianku, kita semua kehilangan Hero yang sangat berarti. Semoga Tuhan menempatkan ananda Asep di Syurga-Nya. Dan semoga di yaumil akhir kelak dialah yang menjadi syafaat buat kita.Aamiin.
Dalam hatiku, kalian adalah motivasi terbesarku untuk mencapai kesuksesan dan cita-citaku.You’re My Family (Father and Mother I Love You)J