Minggu, 29 Oktober 2017

Jika Dia Bukan Jodohku

JIKA DIA BUKAN JODOHKU
( di tulis ulang oleh Urvia Oktarosa )

Jika dia bukan jodohku, Ya Allah pudarkanlah keindahan wajahnya dari pandanganku, aku tak ingin mencintai orang yang salah. Sungguh walaupun melupakannya sangat menyakitkan, aku berusaha untuk sanggup, gugurkanlah satu-persatu dengan perlahan semua kenangan, kenangan yang senantiasa melekat erat dalam ingatanku, karena jika semua terhapus dalam waktu sekejap, aku takut itu akan menyiksa diriku.
Jika dia bukan jodohku, Ya Allah bantulah aku untuk mencabut perasaan tak biasa ini dari hatiku. Aku akan merasa bersalah dan mengutuki diri jika dia yang kini bersemayam anggun di hatiku bukanlah jodohku... aku sadar itu tidaklah mudah karena akarnya terlanjur membumi di hatiku, tapi demi keridoan-Mu, apa yang tidak akan aku lakukan?
Jika dia bukan jodohku, Ya Allah ku mohon jangan hadirkan lagi sosoknya dalam mimpi-mimpi malamku.. karena itu hanya akan membuatku semakin semakin berandai-andai dan lali dari mengingat-Mu...
Jika dia bukan jodohku, Ya Allah jauhkanlah sejauh yang aku butuhkan untuk menjadikan namanya terdengar biasa saja di pendengaranku... karena sungguh, atas perasaan ini aku tak mampu tenang bila mendengar namanya...
Jika dia bukan jodohku, Ya allah jauhkanlah sejauh yang aku butuhkan untuk menjadikan wajahnya terlihat biasa saja bagiku... karena sungguh, atas perasan ini hatiku tak bisa bergetar wajar bila memandang wajahnya...
Jika dia bukan jodohku, Ya Allah janganlah membuatku berbangga hati karena menerima pesan darinya, hilangkalh perasaan itu... karena sungguh, aku akan selalu menunggu dengan perasaan berdebar-debar balasan pesan-pesan selanjutnya....
Jika dia bukan jodohku, Ya Allah janganlah membuatku selalu rindu mengaitkan hati padanya... karena sungguh, sangatlah menyakitkan jika aku tau bahwa dia tak rindu kepadaku...padahal merindukan-Mu lebih pantas diatas segalanya...
Jika dia bukan jodohku, Ya Allah janganlah membuatku terus berharap kelak ia akan menjadi jodohku... karena sungguh, sudah ada yang kelak menunggku di juang sana, ialah jodohku yang sebenar-benarnya....
Satu lagi pintaku Ya Allah, jangan terus membuatku terlena akannya, karena aku harus memperbaiki dan memantaskan diri bagi jodohku di ujung sana...
Namun jika memang dia jodohku, persatukanlah kami di ruang dan waktu yang telah Engkau tentukan. Karena rencana-Mu bagitu indah untuk kami. Ku titipkan hati ini pada-Mu Ya Allah, Dzat yang tidak pernah mengkhianati titipan.


--- Teruntuk diriku sayang. Akan datang jodoh terbaikmu. Self reminder ---

23 th 29 Oktober 2017

MENJELANG TANGGAL 29 OKTOBER 2017









Di tahun lalu (read 2016) saya menuliskan target untuk selesai tepat waktu, empat tahun. Ternyata saya hanya bisa berencana dan Allah jualah yang memutuskan. Target saya meleset satu semester. Saya selesai di tahun selanjutnya yakni Mei 2017. Tetapi saya tetap bersyukur bisa menyelesaikan akademis saya walau tanpa predikat coumlaude atau terpuji atau terbaik atau apalah-apalah itu. Belum terfikirkan akan selanjutnya mau kemana, atau jadi apa kedepannya. Dan Alhamdulillah, walau penghasilan hanya cukup untuk diri sendiri, belum mampu membahagiakan orangtua dengan materi, setidaknya saya sudah berusaha untuk tidak membebani mereka dengan biaya-biaya kuliah.







Selesai kuliah, muncul pertanyaan kapan Nikah? Perihal jodoh saya tidak mentarget, saya selalu berdoa semoga Allah memberikan jodoh yang terbaik buat saya. Jika Allah berkehendak semoga sesegera mungkin dipertemukan. Bukan ingin menghidari pertanyaan kapan nikah?. Saya hanya ingin menjadikan sebuah pernikahan sebagai ladang ibadah, penyempurna separuh agama dan menjadi ketenangan jiwa. Ketika merindukannya tidak berdosa, ketika mencemburuinya tidak berdosa dan ketika menatap matanya tidak lagi berdosa. Bersama dia yang baik secara agama dan akhlaknya untuk selalu bersama menggapai jannah-Nya.
Teruntuk kamu yang masih berjuang untuk menghalalkanku, dimanapun kamu berada, aku selalu berdoa semoga Allah memudahkan urusanmu, melancarkan usahamu dan kita selalu diistiqomahkan pada satu visi dan misi berumah tangga. Menjadi keluarga sakinah mawaddah wa rahmah. Dan aku akan selalu menunggu niat baik darimu.....